Cerita Hot Terpanas

Sabtu, 20 Januari 2018

Papa Tiriku Jahat, Sudah Mengambil Keperawananku

Januari 20, 2018
Papa Tiriku Jahat, Sudah Mengambil Keperawananku
Cerita Hot TerpanasMenceritakan kisah sex nyata dari Siska. Dia menceritakan tentang hilangnya keperawananya yang direnggut oleh papah tirinya. Sejak kejadian itu Siska papah tirinya menjalin hubungan sex sedarah yang terlarang. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.


Sebut saja Papah Teddy, dia adalah papah tiri yang menikah dengan mamahku 5 bulan yang lalu. Beliau berumur 43 tahun, mamah menikah kembali setelah ayah kandung aku meninggal. Menjanda sekitar 2 tahun tiba-tiba dilamar oleh seorang pria duda yang katanya dulu teman SMA. Kalau aku bebas asal itu pria baik dan mamah bahagia.
Mungkin mamah juga merasakan kesepian setelah ditinggalkan ayah. Daripada terus berlarut dalam kesedihan aku menginjinkan mamah untuk menikah kembali. Papah Teddy duda sudah sangat lama sekitar 5 tahun dia menceraikan istrinya karena tidak bisa memberikan keturunan. Dan akhirnya bertemu mamahku teman SMA yang saat itu statusnya menjanda.

Dia sangat menyayangi keluargaku, semua perlakuan itu menunjukan kalau dia memang benar-benar tulus menikahi mamahku yang sudah beranak 2. Namaku Siska usiaku 17tahunaku baru saja lulus SMA dan akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Hari-hariku setelah lulus hanya di rumah saja sambil menunggu pengumuman penerimaan mahasiswa baru.

Waktu banyak kumpul dengan papah tiri mamah dan adikku. Kalau mamah kerja aku hanya berdua dengan papah. Papah tiri aku bekerja sebagai pengawas paling pagi berangkat hanya absen saja. Dan kemudian pulang aku senang dengan papah tiriku yang humoris. Aku merasa dekat banget layaknya ayah kandungku sendiri.

Aku terlahir dari keluarga yang memiliki kulit putih. Layaknya gadis perempuan yang sedang subu-suburnya tumbuh menjadi remaja. Aku tumbuh subur badanku tinggi dan semoks, payudara yang biasanya seumuran aku tidak sebesar ini. Ukuran braku aja 36B sangat besar jika seusiaku. Ntah aku tumbuh sangat subur beda dengan remaja lain.

Aku kalau di rumah sering memakai pakaian mini seperti celana pendek diatas lutut tangtop bahkan daster yang sexy. Aku juga tidak memiliki rasa sungkan dengan papah tiriku karena dia sudah aku anggap seperti ayah sendiri. Kita udah biasa bercandaan bareng aku deket banget sama papah. Apa aja aku selalu bercerita.

Aku sangat nyaman berada di samping papah. Mamah tampak sangat bahagia ketika aku dekat papah tiri. Sedangkan adikku dia kurang suka dengan papah, dia belum bisa menggantikan posisi ayah di hatinya.Adikku cowok namanya Wildan , ya mungkin beda perasaan laki-laki dan perempuan. Laki-laki cenderung pendendam.

Tampak wajah Wildan yang masih berat banget menerima papah Teddy sebagai papah tiri kita. Namun aku yakin adikku bisa membuka hatinya, karena beliau sangat penyayang dan baik hati. Aku dan papah Teddy sering bercandaan di ruang tivi. Tiduran berdua kadang menggelitik tubuhku dan aku pasti teriak-teriak karena nggak tahan dibuat papah geli.

Mamah hanya tersenyum melihat aku , sedangkan adikku bersikap sewot. Waktu itu mamah masak di dapur aku sama papah di sofa ngobrol biasa. Aku memakai celana pendek diatas lutut paha mulusku aku biarkan terbuka lebar di hadapan papah. Sesekali papah mengelus paha mulusku dengan lembut,
“ Ihhhh… papah sukanya gitu deh, geli tauk pah…, ”
“ Biarin aja, tapi enak kan sayang, geli-geli nikmat, hha…, ” ucap papah.
“ Nggak tuh, wek…. wek…, ” kataku sambil mengejek papah.
Setelah ngobrol aku masuk kamar entah aku bisa kepikiran omongan papah terus. “ geli-geli nikmat, ” hmmm emang bener sih waktu papah belai paha aku rasanya geli gimana gitu. Aku baru sadar kalau aku ngerasain hal yang aneh dari belaian papah.Keesokan harinya mamah bangun pagi banget karena mau ada meeting keluar kota dan pulang besok pagi.

Aku ditinggalkan berdua dengan papah dan Wildan, namun adikku enggan di rumah dia malah menginap rumah eyang. Yaudah deh aku berduaan sama papah aja. Papah ternyata juga kerja aku di rumah bermalas-malasan sambil nonton tivi. Tepat jam 9 aku masuk kamar danbergegas untuk mandi. Rasanya pengen yang seger gitu, aku mandi lama banget.
Mandi keramas Luluran membersihkan tubuhku sambil bernyanyi nggak kerasa udah 1 jam aku bercumbu dengan air. Aku keluar kamar mandi papah udah di ruang tivi,
“ Hay anakku jam segini baru mandi ya..?, ”
“ Iya pah males mandi ni tadi pengen yang seger-seger aku mandi keramas luluran rasanya fresh banget.., ” ucapku sambil membetulkan handuk yang menutupi sebaguian tubuhku.
Aku nggak sadar kalau aku setengah bugil di depan mata papah. Aku masuk ke kamar namun aku lupa mengunci kamarku. Aku kalau habis mandi kebiasaan masih handukan berrias diri didepan kaca kamarku. Tiba-tiba papah masuk ke dalam kamarku, aku terkejut,
“ Hoooo papah main masuk aja sih.., ”
“ Aku pengen nemenin anakku yang sedang bersolek.., ”
“ ahhh papah keluar dulu dong Siska kan Cuma pakai handuk aja , aku mau ganti baju dulu pah.., ”
“ Aku kan papah kamu jadi wajar dong menemanimu bahkan melihat kesemokan tubuhmu sayang…, ”
Papah mendekati aku dengan perlahan kemudian aku dipeluk dari belakang. Tampak tanganku memegang lipatan handuk yang kendor itu. Pelukan papah hangat banget , tampak dari kaca papah memeluk sambil memejamkan mata. Memegang tanganku yang berada di depan payudaraku sangat erat. Payudaraku yang semoks terasa naik keatas dan semakin terlihat,
“ Iihhhhpapah…, ”

Papah menidurkan aku di ranjang dengan mesra papah mengecup bibirku. Aku pun menanggapi ciuman itu lidah papah aku tarik dengan mulutku sebaliknya papah. Seakan birahiku sangat terusik ingin terus memberikan respon terhadap sentuhan papah. Leherku dibelai sangat lembut hingga aku geli gairah-gairah birahi seakan muncul dengan tiba-tiba,
“ Aaaahhhhhh… papahhh geli Pah… Aaaaahhhhh….., ”
Bibirnya masih mengulum bibirku yang merah itu tangannya semakin turun kebawah ke payudaraku. Remasan lembut itu mulai membuatku tak berdaya. Handuk putih yang menutupi tubuhku sudah tebuka lebar di hadapan papah. Payudara yang montok dan segar itu sudah siap untuk di mangsa papah dengan penuh gairah sex,
“ Paahhh jangan paahhh nanti mamah……….., ”
Belum selesai aku bicara papah sudah membungkam bibirku dengan mnegulum kembali. Getar-getar nafsu sudah merasuki papah kita sudah terbawa suasana tanpa memikirkan status dalam keluarga. Papah berada diatas menindih tubuhku wajahnya bertatapan dengan wajahku. Tatapan papah tajam dan penuh gairah.
Begitu pula aku hanya terdiam merasakan tangan papah yang terus membuat aku horny,
“ Oughhh… harum sekali tubuhmu sayang…, ”
Pandangannya mengarah ke payudaraku yang montok itu. Terus menatap dengan beringas, putting payudaraku yang merah itu di kulum papah,
“ Ssshhhh… Aghhhhhhh… Oughhhh… pahhh…. Eughhhh…., ” lenguhku terbawa dalam nafsu sex.
Tak henti-hentinya papah mengulum putingku secara bergantian. Kanan kiri dia nikmati, sesekali dia merasa gemas dengan payudaraku puttingnya ditarik dengan bibir. Nikmatnya luar biasa,
“ Sssssssss….Eughhhhhhhhh…. Pahhh… Oughhh….., ” lenguhku.
Tubuhku bergetar saat papah terus menggairahkan aku tubuhku bergerak merasakan kenikmatan itu. remasan payudaran putingku diputar-putar dengan jarinya. Apalagi di kulum aku tak kuasa dan terus mendesah manja,
“ Aghhh… Aghhh… Aghhhh… Oughhhh….Pahhhhhh…, ”
Terus turun kebawah bibir papah sampai juga di pusarku. Memekku yang merekah itu sudah terbuka lebar. Papah kembali menciumi selakanganku secara bergantian. Birahiku memuncak hingga aku mengeluarkan cairan dari memekku. Tangannya perlahan membelai memekku dari atas ke bawah. Memekku yang belum berbulu itu terlihat siap diterkam papah.
Jarinya menyusuri lipatan memekku, hingga menemukan klitorisku. Dia mengulum klitorisku dengan sangat syahdu. Sumpah nikmatnya udah nggak tertahankan,
“ Aghhhh… pahhh… Oughhhhh… Aghhhhhhhhhhhhhh……., ” desah liarku sambil tangannku memegang kepala papah agar terus menciumi memekku.
Papah tiba-tiba berdiri aku melihat penis papah tegak dan kencang. Dia mengarahkan penisnya ke mulutku. Dia meminta agar aku mengulum penisnya, aku pegang erat penisnya dengan kedua tanganku. Aku mencoba mengocok penis papah, seakan sudah berpengalaman aku mahir memainkan penis papah,

“ Ya Sis lakukan seperti itu, enak sis enak banget, Oughhhhh……, ” desah papah.
Sesekali aku hisap dan aku kecup ujung penisnya. Lidahku berputar menyusuri penis papah tak henti-hentinya aku mengocok penis papah. Kembali papah melepaskan penisnya dan dia mencium bibirku. Penisnya bersentuhan dengan memekku rasanya geli nikmat. Aku semakin memeluk papah dengan sangat erat. Penis papah gede banget dia gesek-gesekkan di memekku,
“ Oughhhhhhh… Pahhhh… Ssssssss… Aghhhhh…., ”
Desahan terus keluar dari bibirku karena kenikmatan itu membuat aku tak kuasa. Papah membuka kedua kakiku dengan lebar. Tampak aku mengangkang lebar, memekku sudah siap dinikmati papah. Dia mengecup lubang memekku dengan lembut. Cairan itu kembali keluar meleleh dari lubang memekku, terlihat papah menggesekkan penisnya di lubangku.
Diputar-putar sangat nikmat, itu tandanya penis papah sedang bersiap berpetualang di dalam memek perawanku. Pantat papah seakan memberikan tekanan agar penis itu masuk ke dalam memekku. Perlahan dia memasukkan penisnya,
“ Sssssss… sakitt pah … Aowww…. Sakit… Eughhh… ., ”
Dia menganyunkan penisnya secara perlahan dan masuklah penis itu. Ujung penis menancap di memekku terasa sakit dan nikmat menjadi satu. Papah menekan maju mundur hingga penisnya masuk ke dalam memekku,
“ Blesssssssssssssssssssss, ”
“ Aowwwwwwwwwwwwwww…. Oughhhhhhhhhhh…. Sssssshhhhhhh…. Sakit pah.. Aghhhh…, ”
Keluarlah lendir kawin bercampur darah dari memekku, itu pertanda keperawananku sudah di renggut oleh papah. Aku memeluk papah dengan erat, birahi papah sangat tinggi. Sesekali payudaraku diremas putingnya dikulum dimainkan agar kita sama-sama memuncak,
“ Tahan dulu sakitnya ya sayang, entar juga enak lama-lama kog… Oughhh…, ”
“ Ughhhh… pelan-pelan pah, sakit, Aghhh… Eughhh…, ” ucapku masih kesakitan.
Penis paah yang terus keluar masuk itu membuat aku merasakan sakit bercampur kenikmatan yang tak terkira. Baru pertama kali aku melakukan hubungan sex, jadi saat itu aku merasa tak kuat dan saat itu aku sudah orgasme untuk yang ketiga kalinya.

Lututku berasa lemas tak bertulang merasakan kenikmatan. Pantat papah terus memberikan tekanan supaya penis masuk mentok ke dalam. Mempompa penisnya dengan penuh kegairahan. Terus dan terus penis papah berkelana di dalam lubang memekku. Sesekali menggoyangkan penisnya, oohhhh terasa sangat nikmat banget.

Akal sehaku sudah hilang, aku tidak teringat lagi jiak yang berhubungan sex adalah papah tiriku. Di bawah alam sadarku aku menikmati persenggamaan itu, papah yang sangat bernafsu padaku dia terus menciumi dan menggoyang-goyangkan penisnya pada vaginaku,
“ Oughhh… memek kmu enak sekali sayang, rasanya penis papah seperti terjepit kuat… Oughhhh…, ” ucap papah sembari terus menggenjot memekku.
“ Ughhhh.. Iya pah, Ssssss… genjot terus pah memek aku, enak sekali pah… Aghhhh…, ” desahku nikmat tanda bahwa aku sudah melupakan kesakitan ketika diperawni tadi.

Desahan yang tanpa henti membuat papah semakin bergairah. Demikian aku hanya terpejam dan pasrah merasakan kenikmatan yang baru pertama kali aku rasakan ini. Papah dengan antusianya terus menggenjot memekku dengan penuh nafsu sex. Dengan gaya sex aku diabawah dengan paha terbuka lebar, ayah terus menusuk memekku dengan semangatnya.

Tidak terasa persetubuhan kami sudah berlangsung cukup lama, dari fourplay sampai ML sudah ada setengah jam. Papah ebnar-benar perkasa dalam berhubungan sex, penisnya yang besar panjang dan berorotot itu terus menghujat memekku dengan dahsyatnya,
“ Sayang… Ssssshhhh… papah mau keluar sayang.. Oughhh…Ssshhh…, ” ucap papahku penuh nafsu sex.
Ditengah persetubuhan kami ayah berbicara seperti itu, kira-kira 10 tusukan dia ayunkan pada memekku, tiba-tiba papah mencabut penisnya dan mengarahkan penisnya keatas perutku sembari dikocokdenagn tanganya sendiri,
“ Ccccrrrroooootttt…. Ccccrrrooootttt….. Ccccrrrrooootttt….., ”
“ Oughhhhhhhhhhhhhhh… enak sayang… Aghhhhhhhhhhhhhh…, ” ucap papah seiring keluarnya spermanya diatas perutku.
Sperma papah keluar dengan derasnya fiatas perutku, rasnya hangat sekali karena perutku tersiram sperma yang kental dan banyak itu. Cairan itu berwarna putih kental seperti ingus, aku melihat cairan itu putih dan sangat kental.Papah pun merasa lega,
“ Aghhhhhh… papah puas sekali sayang bercinta dengan kamu, makasih ya sayang, ” ucap papah dengan rasa yang sangat puas.

Papah memelukku dengan erat dan dia bilang sangat menyanyangi aku. Papah dan aku sama-sama merasa puas saat itu setelah berhubungan sex. Sebnarnya aku sedikit menyesal karena keperawananku telah direnggut ayah tiriku, namun jika nasi sudah menjadi bubur aku bisa apa. Yasudahlah biarkan saja air mengalir mengikuti arusnya.

Singkat cerita sejak kejadian itu setiap kali mamah ke luar kota kita saling melepaskan gairah sex bersama setiap kali ada kesempatan. Aku dan papah menjalin hubungan terlarang didalam rumahku sendiri, mamah tidak pernah mengetahui perbuatan kami hingga sekarang. Entah sampai kapan ini kan terjadi, ingin menyudahi namun batin sangat berat jika harus kehilangan kenikmatan sex. Selesai.
Read More

Kamis, 18 Januari 2018

Kesepian, Sering Ditinggal Musia Kerja :(

Januari 18, 2018
Kesepian, Sering Ditinggal Musia Kerja :(
Cerita Hot Terpanas - Setelah pesta ulang tahun suami.. semua berjalan normal, suami gw tetap bekerja seperti biasanya dan gw tetap di rumah. gw gak tau apa hubungannya ama si dini berlanjut ato gak, yg jelas sejak saat itu mas eko sering pulang larut malam bahkan pagi.


katanya ada Kerjaan yg gak bisa ditinggal. gw pun mulai sering telepon2an ama tony, walau dia memaksa untuk datang ke rumah gw, gw tetap aja nolak biarpun gw udah pernah janji, alasan gw takut ketauan, dia ngajak ML di luar gw juga tetap nolak, karena gak mau ninggalin rumah dan takut kalo mas eko pulang gw gak ada di rumah..

NONTON BOKEP ONLINE

Paling banter kita phone sex sampe berjam2. gw berupaya nolak dengan berbagai cara.. tapi ditinggal terus menerus bikin gairah gw semakin tinggi…apalagi setiap pulang kantor mas eko selalu menolak berhubungan dengan alasan keletihan.. ntar aja an, wekeend aja ya.. gila seminggu sekali buat pasangan baru nikah..mmh bikin gw pusing… kejadian yg gak disangka2 pun terjadi..

suatu pagi, selasa pagi, setelah mas eko ke kantor. entah setelah pesta itu, gw semakin berani aja berpakaian, gw sering banget gak make bra, kalo keluar kemana2.. karena kompleks rumah kami dekat ama pasar, gw memutuskan untuk ke pasar, hanya make daster, dan itupun tanpa bra.. setelah pulang dari pasar, gw lucuti daster gw, tinggal make CD doank, sambil masak.. selesai masak, gw nyantai nonton dvd semi blue..disnilah mulai terjadi cerita panas ini

Gak lama kemudian bel berbunyi, kontan gw kaget, gw kecilin volumenya, lantas ke belakang ngambil baju handuk trus ke pintu.. pas gw buka ternyata om gw ( adik nyokap gw ). om gw ini emang akrab banget ama gw, bisa dibilang gw ponakan paling disayang lah..hehehe ( maklum imut ), doi emang sering mampir ke rumah. dia sendiri udah berkeluarga anaknya dua, masih kecil2 tapi, dulu sebelum married gw sering banget nginep di rumahnya buat ngurusin anaknya, maklum mereka berdua pada bekerja sebagai PNS, lagian dulu waktu gw masih kecil om gw sering ngurusin gw. om gw di dephankam sedang istrinya di depkominfo…

gw kaget aja liat om gw, maklum keadaan gw lagi sedang ‘on’, eh om.. darimana.. ini tadi dari kantor tapi gak ada kerjaan ya om mampir aja kesini sekalian nengokin kamu, gimana udah isi belom ?.. isi apaan? wong mas eko sibuk melulu. sambil melangkah ke ruang dalam.. ani lagi ngapain nih, baru abis mandi?… baru abis masak, mau juga mandi..

oya om mau makan gak? ani tadi masak udang tuh?.. udah om tadi baru makan di kantor, minum aja deh.. gw lantas kebelakang,buatin kopi. gw balik k ruang tamu, nyediain kopi, otomatis gw nunduk didepan doi, baju handuk gw talinya rada kendor, so doi bisa ngeliat nenen gw.. gw mikir ah biasalah.. doi langsung ngomong..

doi emang blak2an orangnya dan sangat dekat ama gw.. weh udah gede aja itu, sambil matanya tertuju ke payudara gw, dulu waktu kamu masih kecil om yg ngurusin kencing beraknya, gak nyangka sekarang udah besar.. idih om bisa aja, yee lagian dulu om udah liat donkh, ani malah blom liat punyanya om..hihihi.. eh, tambah pintar aja sekarang? gimana kabar papa mama? .. tuh kan paling pintar alihkan perbincangan, baik2 aja kok om.. diminum kopinya.. iya, udah kamu mandi aja sana, om mo liat tv bentar.. gak mau mandiin nih om?

tantang gw sambil nyalain tv.. eh kamu mulai berani ya? kan sekarang udah gede, jadi bisa mandi sendiri.. alah bilang aja takut ada yg bangun.. eh nakal kamu ya, awas om bilangin papa loh.. udah sana mandi.. duh lagi malas mandi nih om, kan enak kalo bau keringat gini, lagian kalo ada yg bangun, ntar ani yg beresin deh.. beresin apanya.. ah om masa perlu penjelasan lagi ( om gw biar kulitnya kecoklat2an/hitam tapi badannya tegap banget kayak tentara ) ..

beresin baju maksud kamu .. bikin tenang yang bangun lah om gimana sih.. emang kamu bisa tenanginnya.. yaelah om, emang ani masih kecil apa.. siapa yg ngajarin kamu an? Gak ada suami kamu juga kok ngomong2 yg engak2.. nah tuh kan pasti udah mulai tegang tuh, lagian ani jarang gituan om, mas eko sibuk melulu trus sedari kuliah, ani suka terkagum2 ama bodynya om..

ingat gak waktu kita berenang dulu, ani suka meluk om dari belakang kan.. ah kamu bisa aja, sana kamu mandi.. emang abis mandi mau diapain ani?… eh nih anak, biar segar lah… masa sih gak tertarik ama ani om? … hush.. tertarik sih tertarik, tapi ingat kamu kan ponakan saya, masa om tega sih ama ponakan… kalo ani yang mau gimana?.. hush ngaco kamu, udah sana mandi.. gw lantas berdiri, tapi gak ke belakang, gw ke pintu dpan, nutupin pintu trus gw locked, ga balik lagi ke ruang tamu tengah, gw liat om gw lagi nonton tv, gw buka aja tali baju handuk..

bluup baju handuknya sekarang gak terikat, trus gw jalan ke depan om gw sambil ngambil remote.. om motornya diparkir disamping kan.. om gw tampak kaget.. an kamu ngapain.. kunci pintu depan om biar aman.. sambil gw lepasin baju handuk gw di depan om gw.. trus ngapain kamu buka handuknya.. lha tadi katanya disuruh mandi gimana sih..

iya kamu kan bisa lepasin di dalam kamar mandi.. lha katanya waktu kecil udah ngeliat punya ani kan.. emang beda ya om sama waktu kecil.. sambil tangan gw nurunin CD gw.. gw benar2 polos, jembi yg sedkit bulunya, ditambah payudara gw yg masih mengkal, kulit putih gw, udah gitu gw naikin tangan gw buat rapihin rambut gw, otomatis bulu2 halus di ketiak gw pun kelihatan..

om gw tambah bengong, tak berkedip ngeliat gw.. gw langsung duduk di sampingnya.. an kkkkaaamu bennnneran nnihh.. gw yg udah ‘in’, langsung aja tangan gw merayap ke paha om gw.. om mau kan puasin ani? kita jaga deh rahasianya..

inget gak waktu kita sering berenang.. berempat ama diki dan layla ( kedua anaknya yg masih sd kls satu dan tk ), waktu tante gak bisa ikut.. tangan gw langsung remas2 kontolnya.. udah gitu kita perginya siang jam 2an, kolam renangnya masih sepi banget, trus gw peluk om dari belakang abis tubuhnya sexy abis sih..

trus waktu di kamar mandi, om nyuruh gw mandiin diki dan layla, padahal itu kan kamar mandi cowok, tapi karena sepi dan butuh org buat ngurusin mereka. trus om buka celana renang om sambil menghadap ke tembok, mandi, padahal om tau ada gw disitu, yg jelas saat itu gw kan udah gak kecil lagi, gw udah kuliah semester 7, tapi om seolah cuek aja, iya sih waktu itu gw gak ngeliat kontol om, karena om menghadap ke tembok tapi otomatis gw ngeliat pantat om, yang tembem itu, trus hitam mengkilat diterpa air..

maksud om apaan.. sambil tangan gw turunin resleting baju pnsnya.. abis itu, om cuma ngelilit handuk doankh di pinggang trus berbalik.. ani tau om, baju renang ani emang sexy, om bisa leluasa ngeliat buah dada ani kan..

karena ani tau om konak, waktu pura make-in baju buat dicky, ani ngeliat bagian depannya kok nonjol banget.. udah gitu om pura2 berdiri di belakang ani.. sambil ddempetin punya om kan.. ani ngerasa ada yang keras banget di belahan pantat ani, apalagi ani masih make baju renang, yg cuman celana dalam dan bra gitu..

trus om suruh dicky tunggu di luar, padahal om gesek2in punya om persis di belahan pantat ani, padahal kalo om mau bantuin make baju si layla, harusnya kan kta berhadapan.. tau gak om ani sampe ngumpet dalam hati, gila pasti besar banget nih..udah gitu om julurin tangan alasan buat megang baju si layla padahal om nyenggol toket ani kan, udah gitu om suruh layla tunggu di luar, tangan om megang pinggul ani sambil om terus gesek2in kontol om di pantat ani..

pasti om tau ani juga menikmatinya, makanya ani gak mau beranjak..ani tau kalo saat itu om juga udah habis akal, ani kan dengar suara om udah ngos2an.. tapi ani sama sekali gak protes kan.. malah ani bantu om kan, ani sengaja goyang2in pantat.. coba om pikir dalam kamar mandi cowok, cowok hanya make handuk megang pinggul cewek yg hanya make baju renang berduaan sendirian.. tapi ani tetap gak beranjak..

untung kamar mandinya gak ada pintu, gak ada lampu dan kita sedikit terbantu dengan suasana sepi.. inget gak, waktu om udah gak nahan lagi, kontol om udah tegang banget, tapi om gak juga mau nyingkirin handuk, dan om semakin cepat nusuk pantat ani, tangan om sampai meluk perut ani..kenapa om gak mau nyentuh susu ani?..sampai si dicky masuk trus teriak papa lagi ngapain..lalu om kaget..cepat2 masuk ke kamar kecil..ingat gak?,,

ani tau om tanggung, makanya pas pulang waktu di mobil, ani sengaja make rok mini tanpa CD, biar d mobil om bisa liatin punya ani kan..terbukti pas di mobil ani duduk depan, ani narik naik rok ani..om ngeliatin aja meqi ani… tangan gw udah ngocok2in kontol om gw, yg emang gede, panjang, keras, berurat dan hitam kecoklat2an .. sekarang om gakperlu canggung karena ani udah dewasa dan kita sama2 mau kan?..

iyaaaa nnni tapi kalo kamu hamil gimana? jgn takut om, gak bakal, kan sekarang bukan masa subur, lagian banyak dokter ahli kan…. om gw mulai horny, bajunya doi lepas tangan gw masih ngocokin kontolnya, abis itu gw jongkok didepan dia, turunin celananya, langsung gw isap kontolnya, dari telur, gw mainin lidah gw di ujung kontolnya.. kontol om gede banget, tau gak dari dulu ani udah pengen ngerasainnya.. abis gw kulum kontolnya, gw merangkak naik jilatin dadanya, pentil susunya yg hitam gw sedot..mmh bau keringat lelaki semakin bikin

gw bergairah..om gw keliatan kaku banget… tapi doi menikmati, gak lama kemudian, tangan doi megang tubuh gw, ditidurin gw di sofa, tangan gw diangkat keatas, doi jilat ketiak gw, tangannya mainin susu gw..ani gak papa nih om rasain punya ani..gak papa om, ani mauu ommm, ani mau kontol om.. abis diremas2, doi jilatin susu gw, turun ke pusar, ke perut gw, abis itu doi mainin meqi gw, dari bibirnya sampe kedalam2 nya..

mmh punya ani wangi.. emang punya tante gak om.. ah punya tante banyak bulunya.. kontol om juga enak .. kan kontol om hitam, lebih putih suami kamu kan.. ah mas eko gak ada apa2nya om, punya om 3 kali lipat…om masukin donk.. iya ponakan sayang.. lantas doi ngangkat pinggul gw dan.. bluuupp, masukin kontolnya yg udah tegang pelan2.. lama2 gerakan makin liar..mmmhhhh ommmm..sambil gw goyangin pantat gw..

annii punya kamu enak banget.. yg benar ahhh om.. kontol om gede banget.. ani suka kontol om?..suka omm…om juga suka meqi ani.. om terus omm.. om gw lalu menunduk, akhirnya kita berpagutan mulut, sambil terus memompa dan gw pun terus goyang2in pantat gw.. enak an? .. enak ommm.. om sering2 kesini ya.. ntar kalo ketauan gimana.. udah om yg penting kesini aja dulu ntar kita liat sikon…kontol om enakk banggeeett, lagi ommmmmmm…oooommmmmmmmm,

Ahirnya gw cengkeram leher om gw..mmmmhh gw rasain orgasme yg dasyhat… om gw masih terus memompa..annnnniiiii keluar ommmmmm.. om gw lantas cabut kontolnya, ganti posisi, gw nungging dan doi masukin dari belakang…mmmhhh gak lama kemudian om gw muncrat.. aaannnnniiii oomm tumppaahhh.. tumpahin om di memek ani, genjot trus ommm…

setelah kontolnya ditarik gw langsung balik badan, mengulum sisa2 spema di kontol om gw.. dan kita terkulai lemas…makasih om.
Read More

Rabu, 17 Januari 2018

Bertemu Dengan Dewi Semok Kereta

Januari 17, 2018
Bertemu Dengan Dewi Semok Kereta
Cerita Hot TerpanasSudah lama saya tidak bertemu dengan Dewi, dikarena perusahaan tidak membolehkan saya pulang selama masa training itu. Setahun kemudian saya pulang, tapi sengaja saya tidak memberitahunya supaya ada kejutan. Sampai di pelabuhan, saya lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta api, lalu saya masuk ke dalam kereta eksekutif jurusan kota kelahiran saya lalu duduk di kursi yang berada dibelakang, saya melamunkan Dewi sambil melihat keluar dari jendela kereta sehingga tanpa terasa ada seorang penumpang bertanya,


“Maaf Mas apa kursi ini kosong?” tanya suara itu.
Saya terkejut. Oh Tuhan rupanya saya melamun cukup lama tadi itu, gumamku dalam hati. Belum habis rasa terkejut saya, saya tersentak ketika saya memalingkan kepada seraut wajah itu.

“Kaa.. kamu.. Dew!” teriakku demikian pula gadis itu.

“Mass..” sahut gadis itu yang ternyata adalah Dewi dan ia tidak dapat membendung air matanya dan jatuhlah ia dalam pelukan saya.

“Aku kangen kamu Dew!” saya membuka perbincangan kami berdua.

“Aku juga kangen Mas!” bisiknya sambil merebahkan pundaknya di bahu saya.

Rupanya Dewi baru saja akan pulang dari tempat saudaranya yang sedang sakit di kota itu. Saya yang sudah terangsang sekali karena setahun tidak ketemu dia langsung melumat bibirnya yang paling saya sukai itu, dan desahannya semakin menjadi saat ujung lidah saya memainkan belakang kupingnya. Saya mengambil kedua pahanya dan saya tumpukan pada paha saya sementara kepalanya bersandar pada bantal. Tepat disela-sela pantatnya batang kemaluan saya yang sedari tadi bangkit dan menyembul mendorong celana jeans saya.

Takut desahannya terdengar penumpang lain, saya buru-buru menyumpali bibirnya dengan bibir saya. Tangan saya dibimbingnya menuju busungan dadanya. Tanpa diperintah saya menelusupkan tangan saya ke kedua bukitnya yang kenyal itu.

“Mass! aku kangeen banget sama mas” bisiknya saat saya mulai mengecup mesra putingnya.

Saya mengambil bantal satu lagi dan saya sandarkan di leg-rest dekat jendela. Dia menjambak rambut saya amat kuat saat putingnya saya gigit-gigit. Sementara puting satunya saya pilin dengan telunjuk dan jempol saya. Badan saya mulai hangat, demikian pula tubuh Dewi semakin menggelinjang tak karuan. Saya masih saja memberikan sensasi kenikmatan pada kedua putingnya yang masih kenyal dan ternyata itu merupakan titik didihnya.

Saya menyedot kencang payudaranya hingga tenggelam setengahnya di mulut saya, ia menggelinjang pelan. Ia menggosok-gosok kedua pahanya dan celana panjangnya mulai lembab oleh cairan vaginanya. Sesaat kemudian saya pelorotkan celana panjangnya serta CD-nya dan Dewi makin menggelepar hebat dan secepat kilat saya mencium rambut-rambut di bawah pusarnya, hhmm.. harum sekali. Tiba-tiba kepala saya ditekannya menuju lubang kewanitaannya dan saya bagai kerbau di congok menuruti saja apa yang ia inginkan. Sementara jari tengah saya memainkan liang kemaluannya. Saya tusuk pelan-pelan dan saya keluar-masukkan dengan lembut.

Dewi semakin tak menguasai dirinya dan mengambil bantal untuk menutup mulutnya dan saya hanya mendengar suara desahan yang tak begitu jelas. Akan tetapi Dewi bereaksi hebat dan tak lagi menguasai posisinya di pangkuan saya. Batang kemaluan saya yang sedari tadi tegang rasanya sia-sia kalau tidak saya sarangkan di lubang kemaluan wanita yang saya kangeni itu. Saya mengangkat sedikit pinggulnya dan lalu saya keluarkan batang kemaluan saya, sementara saya mulai mengatur posisi Dewi untuk saya masuki.
“Slepph!” dengan mudah kepala batang kemaluan saya masuk karena lubang kemaluannya sudah lembab dari tadi. Bersamaan itu Dewi mengernyitkan dahinya dan mendesah. Dewi menjerit lirih saat semua batang kemaluan saya menjejali rongga rahimnya. Rasanya begitu hangat dan sensasional dan saya membisikkan padanya agar jangan menggoyangkan pantatnya. Kami rindu dan ingin berlama-lama menikmati moment kami kedua yang amat indah, syahdu dan nikmat ini. Saya melipat paha saya dan saya menyelusupkan dibalik punggungnya agar dia merasa nyaman dan memaksimalkan seluruh batang kemaluan saya di rahimnya. Saya rengkuh tengkuknya dan saya lumat bibirnya dengan lembut bergantian ke belakang telinga dan lehernya yang jenjang. Tangan kiri saya memberikan sentuhan di klitorisnya, saya tekan dan saya goyang ujung jari saya disana.

“Ooouchh… Mass... aaku… kaa… ngenn...” katanya terbata saat saya menciumi belakang lehernya.

Tubuhnya mulai menggigil dan Dewi diam sesaat merasakan pejalnya batang kemaluan saya mengisi rahimnya, wajahnya menahan sesuatu untuk diekspresikan. Saya merasakan bahwa ia sebentar lagi mendapatkan orgasmenya, lantas buru-buru saya bisikkan ditelinganya.

“Tumpahkan semua rindumu Sayang.. aku akan menyambutmu..” bisikku mesra.

Saya membantunya mempercepat tempo permainan ujung jari saya di klitorisnya, sementara itu ujung lidah saya juga tidak ketinggalan memutar-mutar putingnya dan sesekali menyedotnya lembut.

“Aaachh… aachh… Mass… sshhh…” hanya itu yang ia ucapkan.
Desahan-desahannya membuat saya semakin bernafsu menjelajahi seluruh tubuhnya dengan ujung lidah saya, dan buru-buru Dewi menarik kepala saya. Ia lantas melumat bibir saya kesetanan bagai tiada hari esok dan lantas saya melumat bibirnya, dan saya lepas permainan saya di klitorisnya. Tangan kiri saya saya tarik ke atas untuk menstimulasi puting kirinya dan ternyata usaha saya tidak sia-sia.

“Ooohh… nikk… matt… Saayy… yang…” desah Dewi dalam erat dekapan saya.

Desahannya mengakhiri orgasmenya menandakan kepuasan dari cinta kami berdua. Saya mengambil jaket saya dan menutupi bagian pribadi kami yang sempat morat-marit. Meskipun batang kemaluan saya masih tertancap dalam-dalam! Akan tetapi saya tidak ingin mengakhirinya dengan ejakulasi saya karena situasi saja yang tidak memungkinkan.

“Aaawww… geli Mass...” desah Dewi geli oleh denyutan batang kemaluan saya.

“Baik Dewi sayang.. aku akan mencabutnya..”

“Aaahh…” Dewi menjerit lirih kegelian.

Kami pun tertidur bersama hingga sampailah kami di kota kami yang penuh kenangan bagi kami berdua.

“Eh Mas mau kemana sekarang?” tanya Dewi.

“Mau pulang, ikut yuk,” jawabku enteng.

Saya lantas merangkul dia kedalam pelukan saya. Angan laki-laki saya pun mulai berimprovisasi dan saya telah menemukan retorika tepat untuk dia.

“Dew aku kan belum puas melepas rindu sama kamu, kita lanjutin di rumahku yukk!” ajakku.
Singkatnya kami segera menuju rumah saya. Kebetulan rumah saya sedang sepi. Setelah mandi dan makan malam kami terlibat obrolan agak lama tentang kenangan kami. Lalu saya pangku Dewi. Dalam keadaan berdekatan seperti gini, saya punya inisiatif untuk memeluk dan menciumnya. Dan Dewi sudah berada dalam pelukan saya, dan bibirnya sudah dalam lumatan bibir saya. Dia diam saja dan mulai memejamkan matanya menikmati percumbuan ini. Tangannya perlahan berganti posisi menjadi memeluk leher saya. Tangan saya yang tadinya memegang pinggulnya, turun perlahan ke pangkal pahanya dan akhirnya..

Saya berhasil meraba merasakan betapa mulus dan lembutnya paha Dewi. Saya raba naik turun sambil sedikit meremasnya. Sedang bibir kami masih saling berpagutan mesra dalam keadaan mata masih terpejam. Tangan saya mulai naik lagi. Sekarang saya mengangkat bajunya, dan kelihatanlah buah dadanya yang masih terbungkus rapi oleh BHnya. Saya lumat lagi bibirnya sebentar sambil tangan saya ke belakang tubuhnya. Memeluk, dan akhirnya saya mencari kancing pengait BHnya untuk saya lepas. Tidak lama terlepaslah BH pembungkus buah dadanya. Dan mulailah tersembul keindahan buah dadanya yang putih dengan puting kecoklatan diatasnya.

Benar-benar pemandangan yang menakjubkan, buah dada Dewi yang terawat rapi selama setahun ini belum pernah saya lihat lagi. Akhirnya saya mulai meraba dan meremas-remas salah satu buah dadanya dan kembali saya lumat bibir mungilnya. Terdengar nafas Dewi mulai tidak teratur. Kadang Dewi menghembuskan nafas dari hidungnya cepat hingga terdengar seperti orang sedang mendesah. Dewi makin membiarkan saya menikmati tubuhnya. Birahinya sudah hampir tidak tertahankan. Saat saya rebahkan tubuhnya di sofa dan mulut saya siap melumat puting susunya, Dewi menolak sambil mengatakan,

“Mas, jangan disini, dikamar Mas aja!” ajaknya dan segera saya bopong tubuhnya menuju ke kamar saya.
Begitu pintu ditutup dan dikunci, langsung saya peluk Dewi yang sudah telanjang itu dan kembali melumat bibir mungilnya dan melanjutkan meraba-raba tubuhnya sambil bersandar di tembok kamarnya. Lama-lama cumbuan saya mulai beralih ke lehernya yang jenjang dan menggelitik belakang telinganya. Dewi mulai mendesah pertanda birahinya semakin menjadi-jadi. Saking gemesnya sama tubuh Dewi, nggak lama tangan saya turun dan mulai meraba dan meremas bongkahan pantatnya yang begitu montoknya.

Dewi mulai mengerang geli, terlebih ketika saya lebih menurunkan cumbuan saya ke daerah dadanya, dan menuju puncak bukit kembar yang menggelantung di dada Dewi. Dalam posisi agak jongkok dan tangan saya memegang pinggulnya, saya mulai menggerogoti puting susu Dewi satu persatu yang membuat Dewi kadang menggelinjang geli, dan sesekali melenguh geli. Saya jilati, saya gigit, saya emut dan saya hisap puting susu Dewi, hingga Dewi mulai lemas. Tangannya yang bertumpu pada dinding kamar mulai mengendor.

Perlahan tangan saya meraba kedua pahanya lagi dan rabaan mulai naik menuju pangkal pahanya.. Dan saya mengaitkan beberapa jari di celana dalamnya dan “srreet!!” Lepas sudah celana dalam Dewi. Saya raba pantatnya, begitu mulus dan kenyal, sekenyal buah dadanya. Dan saat rabaan saya yang berikutnya hampir mencapai daerah selangkangannya… tiba-tiba,

“Mas, di tempat tidur aja yuk..! Dewi capek berdiri nih.”
Sebelum membalikkan badannya, Dewi memelorotkan celana panjangnya di hadapan saya dan tersenyum manis memandang ke arah saya. Senyum manisnya itu… bikin saya kepingin cepat-cepat menggumulinya. Apalagi Dewi tersenyum dalam keadaan bugil alias tanpa busana. Dewi mendekati saya dan tangannya dengan lincah melepas celana panjang dan celana dalam saya hingga kini bukan hanya dia saja yang bugil. Batang kemaluan saya yang tegang mengeras menandakan bahwa saya sudah siap tempur kapan saja.

Lalu Dewi mengambil tangan saya, menggandeng dan menarik saya ke ranjang. Sesampainya di pinggir ranjang, Dewi berbalik dan mengisyaratkan agar saya tetap berdiri dan kemudian Dewi duduk di sisi ranjangnya. Dewi mengulum batang kemaluan saya dengan rakusnya. Lalu dia dengan ganasnya pula menggigit halus, menjilat dan mengisap batang kemaluan saya tanpa ada jeda sedikitpun. Kepalanya maju mundur mengisap kemaluan saya hingga terlihat jelas betapa kempot pipinya. Saya berusaha mati-matian menahan ejakulasi agar saya bisa mengimbangi permainannya. Ada mungkin 15 menit Dewi mengisapi batang kemaluan saya, lalu dia melepas mulutnya dari batang kemaluan saya dan merebahkan tubuhnya telentang diatas ranjang.

Saya mengerti sekali maksud gadis saya ini. Dia minta gantian saya yang aktif. Segera saya tindih tubuhnya dan mulai berciuman lagi untuk beberapa lamanya, dan saya mulai mengalihkan cumbuan ke buah dadanya lagi, kemudian turun lagi mencari sesuatu yang baru di daerah selangkangannya. Dewi mengerti maksud saya. Dia segera membuka, mengangkangkan kedua pahanya lebar-lebar membiarkan saya membenamkan muka di sekitar bibir vaginanya. Kedua tangan saya lingkarkan di kedua pahanya dan membuka bibir vaginanya yang sudah memerah dan basah itu. Saya julurkan untuk menjilati bibir vaginanya dan buah kelentit yang tegang menonjol.

Dewi menggelinjang hebat. Tubuhnya bergetar hebat. Desahannya mulai seru. Matanya terpejam merasakan geli dan nikmatnya tarian lidah saya di liang sanggamanya. Kadang pula Dewi melenguh, merintih, bahkan berteriak kecil menikmati gelitik lidah saya. Terlebih ketika saya julurkan lidah saya lebih dalam masuk ke liang vaginanya sambil menggeser-geser klitorisnya. Dan bibir saya melumat bibir vaginanya seperti orang sedang berciuman. Vaginanya mulai berdenyut hebat, hidungnya mulai kembang kempis, dan akhirnya…

“Mas… ooohh… Mas… udahh… cepetan masukin punya mass... oh…”

Dewi memohon kepada saya untuk segera menyetubuhinya. Saya bangun dari selangkangannya dan mulai mengatur posisi diatas tubuhnya dan menindihnya sambil memasukkan batang kemaluan saya ke dalam liang vaginanya perlahan. Dan akhirnya saya genjot vagina Dewi secara perlahan dan jantan. Masih terasa sempit karena sudah setahun tidak dipakai, dan remasan vaginanya membuat saya tambah penasaran dan ketagihan. Akhirnya saya sampai pada posisi paling dalam, lalu perlahan saya tarik lagi. Pelan, dan lama kelamaan saya percepat gerakan tersebut. Kemudian posisi demi posisi saya coba dengan Dewi.

Saya sudah tidak sadar berada dimana. Yang saya tahu semuanya sangat indah. Rasanya saya seperti melayang terbang tinggi bersama Dewi. Yang saya ingat terakhir kali, tubuh saya dan tubuh Dewi mengejang hebat. Keringat membasahi tubuh saya dan tubuhnya. Nafas kami sudah saling memburu. Saya merasa ada sesuatu yang memuncrat banyak sekali dari batang kemaluan saya sewaktu barang saya masih di dalam kehangatan liang sanggama Dewi. Setelah itu saya tidak tahu apa-apa lagi. Sebelum tertidur saya sempat melihat jam. Alamak..! dua setengah jam.

Waktu saya sadar besoknya, Dewi masih tertidur pulas disamping saya, masih tanpa busana dengan tubuh masih seindah dulu. Sambil memandanginya, dalam hati saya berkata,

“Akhirnya aku bisa ngelampiasin nafsu yang kupendam selama setahun ini”.

Setahun kemudian Dewi lulus kuliah dan saya segera melamarnya. Dan jadilah Dewi istri saya yang sangat saya sayangi hingga saat ini.
Read More

Selasa, 16 Januari 2018

Senin, 15 Januari 2018

Ciuman Bersama Anak Yang Masih Duduk di Bangku 6 SD

Januari 15, 2018
Ciuman Bersama Anak Yang Masih Duduk di Bangku 6 SD
Cerita Hot Terpanas - Ini pengalamanku dengan anak kelas 6 SD. Aku tuh paling suka sama anak sekitar kelas 6 SD sampai 2 SMP. Kalau aku sendiri adalah mahasiswa tingkat satu di Bandung. Ceritanya pada waktu itu aku sedang jalan-jalan ke toko buku.


Aku sedang ingin cari buku komik. Pas sedang cari itu, aku melihat anak yang manis, yah.. pokoknya cute banget deh! Putih, dan karena baju yang dipakainya agak ketat, buah dadanya yang agak baru tumbuh itu sedikit menjiplak di bajunya, jadi kelihatan runcing begitu.


Aku ajak kenalan saja dia, siapa tahu bisa dapat. Tidak usah aku kasih tahu proses kenalannya ya, soalnya.. ya gitu deh.. pokoknya akhirnya aku tahu itu anak kelas 6 SD dan aku tahu nomor teleponnya. Oh iya, namanya adalah Irma, aku jadi lumayan sering menelepon dia. Habis ternyata anaknya asyik juga.

Kami sering ngobrol tentang Boys Band yang dia suka, (bukan berarti aku suka Boys Band, kebetulan adikku banyak tahu, jadi aku ikut-ikutan tahu).Aku sudah beberapa kali ajak dia jalan-jalan ke Mall, tapi jarang mau. Sepertinya tidak dibolehi sama ibunya.

Tapi akhirnya bisa juga. Sepertinya aku memang sedang falling in love sama si Irma. Setiap pulang sekolah, dia sering aku jemput, lucu deh, jadi seperti jemput adik sendiri, nanti aku dikira pembantu pribadinya sama temennya. Biarin deh, yang penting aku sayang sama Irma.

Nah, pada suatu hari waktu dia pulang sekolah, aku ajak saja ke rumahku. Ternyata dianya mau. Asyik, pikirku. Habis dia tidak pernah mau aku ajak ke rumahku. Dan pas ketika kuajak ke kamarku, dianya mau saja dan untung tidak ada yang melihatku bawa-bawa anak SD, kan malu juga kalau ketahuan punya cewek anak SD. Setelah beberapa kali aku ajak ke rumah, baru kali ini dia mau dan mau lagi ke kamar.

Kan kalau di kamar suasananya jadi lebih romance dan tenang karena berdua saja. Di kamar kustel kaset West Life, khan lumayan lembut tuh musiknya. Dia suka banget sama itu Boys Band. Pertama-tama kami ngobrol biasa tentang sekolahnya, guru-gurunya, temen-temennya, biasalah anak SD. Eh, kami akhirnya ngobrol tentang pacaran, aku tanya saja.

“Pacar kamu siapa sih..?” sambil senyum.
“Bukannya kamu..” jawabnya.
Waduh, nih anak SD polos amat.. tapi aku seneng sih, dia ngakuin aku.
“Iya nih Ma, aku sayang banget ama kamu,” rayuku.

Dianya diam sambil menatapku malu. Waduh wajahnya itu lho, masih Fresh dan dia manis sekali. Tiba-tiba, gara-gara meliat parasnya yang cute itu, aku jadi ingin mencium bibirnya, tapi dia mau tidak ya?

“Sayang, kamu pernah ciuman belum?” tanyaku.
“Belum, tapi suka deh ngeliat orang ciuman di film-film,” katanya.
“Mau nyobain tidak?” tanyaku, to the point saja.

Dia diam saja.

“Sama kamu? nggak ah, takut.. malu..” kata Irma.
“Nggak apa-apa lagi..” jawabku.
“Coba ya.. enak kok,” kataku lagi.
“Coba deh merem!” kataku.

Dia mencoba merem, tapi melek lagi, takut katanya. Jantungnya terasa deg-degan, katanya.
“Santai saja, tidak usah tegang,” kataku.

Dia mulai merem, perlahan aku dekati wajahnya, mulai terasa hembusan nafasnya. Lalu perlahan kusentuh bibirku dengan bibirnya. Ketika bibir kami mulai bersentuhan, bibirku mulai bermain di bibirnya, dia belum merespon.

Dia hanya membiarkan bibirku memainkan bibirnya, terasa sekali hembusan nafasnya, bibirnya yang begitu lembut tapi akhirnya dia juga mulai memainkan bibirnya. Sekitar lIrma menit kami berciuman. Nafas dia terengah-engah ketika selesai berciuman. “GIrmana enak tidak?” tanyaku.

Dia cuma tersenyum malu-malu, “Mau lagi tidak? tapi sekarang lebih seru lagi, kumasukkan lidah ke mulut kamu, terus kamu nanti isep lidahku di dalem mulut kamu ya.. dan nanti gantian kamu yang masukin lidah ke mulutku, nanti kuisep,” kata aku.

Dia merem lagi, aku dekati bibirku. Begitu kena bibirnya, langsung aku masukkan lidahku, dia langsung menghisap, ah enak, geli dan nikmat, terasa di mulut. Setelah itu dia masukkan lidahnya ke mulutku, kuhisap lidahnya lengkap beserta ludah yang ada di mulutnya.

Ketika sedang asyik berciuman itu, timbul ide nakal, aku mencoba meraba dadanya yang masih baru tumbuh. Ternyata dia tidak menolak, dia masih terus menikmati berciuman dengan aku. Aku masih terus meraba-meraba dadanya yang kalau dibilang sih masih kecil untuk ukuran buah dada, tapi aku suka sekali sama buah dada yang semacam itu, runcing dengan puting yang baru tumbuh.

Aku mulai nekat, kucoba masukkan ke dalam balik bajunya, di balik kaus singletnya (dia belum pakai BH, tapi karena tidak pakai BH, puting nya yang baru tumbuh itu jadi menonjol keluar, jadi kelihatan agak runcing dadanya) terdapat gundukan kecil imut nan segar. Eh, ternyata dia mulai sadar dan menghentikan ciumannya.

“Jangan dirmasukkin dong tangannya,” kata dia.
Wah, tampaknya dia belum berani.
“Maaf deh.. aku terlalu nafsu,” kataku.
“Eh, udah sore nih, kamu aku anter pulang dulu ya,” kataku.

Anak SD, kalau belum pulang sampai sore nanti dicariin, kan gawat kalau ibunya sampai tahu dia di kamarku. Akhirnya hari pertama dia di rumahku diakhiri dengan belajar ciuman.

Besok-besoknya dia tidak pernah bisa main ke rumahku. Soalnya ibunya menjemput terus. Nah, seminggu setelah dia main ke rumahku, akhirnya dia mau lagi diajak ke rumahku. Pas pulang sekolah aku ajak masuk lagi ke kamarku.

“GIrmana sayang? masih mau terusin pelajaran ciuman kita minggu kemaren?” tanyaku.
Dia tersenyum.
“Mau dong.. yang pakai masukin lidah ya..” kata Irma.
“OK deh..” jawabku.

Dan mulailah kami ber-French kissing. Kami berciuman sampai beberapa menit. Tapi aku kepikiran lagi sama dada dia. Karena saking nafsunya aku ingin sekali merasakan dada cewekku ini. Aku mencoba minta ke Irma.

“Ma.. aku pengen liat.. liat dada kamu boleh nggak..? Entar enak deh, bisa lebih enak dari pada ciuman,” kataku. Dia diam saja sambil menatap ke arahku. Akhirnya dia mau juga setelah kubujuk. Dia aku suruh duduk di tempat tidurku. “Kamu tenang aja ya..” dia mengangguk.

Aku perlahan-lahan membuka baju kemeja sekolahnya, satu per satu kancingnya kubuka. Dia menatapku dengan perasaan yang tegang. “Rilex aja lagi.. jangan tegang gitu.. tidak sakit kok,” kataku. Akhirnya dia agak tenang.

Begitu kebuka semua, wah, ternyata masih ada kaus singletnya yang menghalangi buah dada mininya itu. “Aku buka semua ya..” kataku. Dia mengangkat tangannya ke atas, lalu kubuka singletnya.Wow.. ternyata indah sekali man..! Kulitnya yang putih mulus, masih halus sekali, buah dadanya yang baru muncul itu menampakkan suatu kesan yang amat indah, puting nya berwarna pink itu, membuat lidahku ingin mengulumnya.

Dengan perlahan kusentuhkan lidahku ke puting nya yang berwarna pink itu. (PS: Kalau mau mencoba sama anak yang baru tumbuh buah dadanya, hati-hati, soalnya daerah itu masih sensitif sekali. Kalau kesentuh keras sedikit saja, terasa sakit sekali sama dia. Bener tidak?).

Lalu mulai kujilati dan tanganku mencoba menyentuh puting yang satu laginya. Dia merem ketika aku menjilati puting nya, dia tinggal memakai rok merah, seragamnya. Dia merem ketika aku menjilat, menghisap, menyentuh, meraba buah dada imutnya itu, dan dia mulai mendesah kenikmatan, “Ssshhssh.. mm..” desahnya, aku makin horny saja mendengarnya dan aku makin lancar mengerjai dadanya itu.

Aku jilati bergantian kanan dan kiri, dan aku juga menjilati perutnya dan pusarnya. Sedang menjilati tubuhnya itu, eh, timbul lagi benak nakal. Bentuk vaginanya gIrmana ya? aku jadi penasaran gitu. Aku masukkan tanganku ke dalam roknya. Kuusap-usap CD-nya yang melapisi vagina imut-imut milik seorang anak kelas 6 SD yang manis itu.

“Irma.. kamu mau tidak membuka rok kamu..?” tanyaku.
“Mau kan sayang..?” tanyaku lagi.
“Tapi tidak apa-apa kan?” tanya Irma.
“Nggak kok..” kataku.

Dia kusuruh tiduran. Aku membuka roknya, aku peloroti roknya, dia tinggal memakai celana dalamnya yang berwarna pink (lucu deh, ada gambar Hello Kitty-nya), dan akhirnya aku peloroti CD-nya.

Terlihatlah sekujur tubuh telanjang seorang anak SD yang membuatku ingin menidurinya. Terlihat vagina yang masih mulus, belum ada bulunya dan bibir vaginanya yang mulus juga, dan aku nafsu sekali. Aku jilati vaginanya, dianya kegelian, sehingga badannya bergoyang ketika aku jilati bagian dalam vaginanya.

Tapi lama-lama kupikir, aku jahat sekali, nih anak kan cewekku, masa aku tega sih. Ya sudah, aku selesai saja. Kalau aku sampai ML, berarti aku menghancurkan masa depan seorang anak. Aku terus menjilati vaginanya, dan aku terus menjilati bagian klitorisnya sampai dia bergoyang-goyang. Akhirnya dia mengalami orgasme, “Aahh.. aku lemes..” Akhirnya aku sudahi jilati vaginanya dan kucium pipinya.

“GIrmana enak kan..?” tanyaku.
“Iya..”
“Tidak apa-apa khan?” kataku.
“Udah sore tuh kamu mau pulang..?” tanya aku.
“Iya deh, tapi kapan-kapan lagi ya..” katanya.
“Iya deh sayangku,” kataku sambil kucium keningnya.

Yah begitulah ceritanya, aku tidak tega untuk merenggut keperawanan cewekku sendiri. Aku sama Irma jalan sampai dua bulan saja, karena bosan. Aku tidak pernah nge-ML sama dia dan aku sudah berjanji tidak mau ML sama dia.
Read More

Minggu, 14 Januari 2018

Entot Bersama Sepupuhku Malam Hari di Tempat Fitnes

Januari 14, 2018
Entot Bersama Sepupuhku Malam Hari di Tempat Fitnes
Cerita Hot Terpanas - Kedua barbel kecil masing-masing seberat 5 kilogram terasa telah kian berat saja kuayun-ayunkan bergantian. Keringatku telah sejak tadi berseleweran membasahi seluruh tubuhku yang kuperhatikan lewat cermin sebesar pintu di depanku itu telah tambah mekar dan kekar.


Kalau dibandingkan dengan atlet binaraga, aku tak kalah indahnya. Aku hanya tersenyum sambil kemudian menaruh kedua barbelku dan menyeka keringat di dahi. Kuperhatikan jam telah menunjukan pukul 22:39 tepat.

NONTON BOKEP ONLINE

Ya, memang pada jam-jam seperti ini aku biasa olahraga berat untuk membentuk otot-otot di tubuhku. Suasana sepi dan udara sejuk sangat aku sukai. Kamar kost-ku di pinggiran utara kota Jogja memang menawarkan hawa dinginnya. Itulah sebabnya aku sangat betah kost di sini sejak resmi jadi mahasiswa hingga hampir ujian akhirku yang memasuki semester delapan ini.

Sudah jadi kebiasaanku, aku selalu berolahraga dengan telanjang bulat, sehingga dapat kuperhatikan tubuhku sendiri lewat cermin itu yang kian hari kian tumbuh kekar dan indah. berkulit sawo matang gelap. Rambut kasar memenuhi hampir di seluruh kedua lengan tangan dan kaki serta dadaku yang membidang ke bawah, lebih-lebih pada daerah kemaluanku.

Rambutnya tumbuh subur dengan batang zakarnya yang selalu terhangati olehnya. Kuraba-raba batang kemaluanku yang mulai beranjak tegang ereksi ini. Hmm, ouh, mengasyikan sekali. Air keringatku turut membasahi batang zakar dan buah pelirku.

Dengan sambil duduk di kursi plastik aku berfantasi seandainya ini dilakukan oleh seorang wanita. Mengelus-elus zakarku yang pernah kuukur memiliki panjang 16 centimeter dengan garis lingkar yang 5 centimeter! Mataku hanya merem melek saja menikmati sensasi yang indah ini.

Perlahan-lahan aku mulai melumuri batang zakarku dengan air liurku sendiri. Kini sambil menggenggam batang zakar, aku terus menerus melakukan mengocok-ngocok secara lembut yang berangsur-angsur ke tempo cepat.

Aku tengah menikmati itu semua dengan sensasiku yang luar biasa ketika tiba-tiba pintu kamar kost-ku diketok pelan-pelan. Sial, aku sejenak terperangah, lebih-lebih saat kudengar suara cewek yang cukup lama sekali tak pernah kudengar.

“Mas, Mas Andi? Ini aku, Yetty!”

Yetty? Adik sepupuku dari Pekalongan? Ngapain malam-malam begini ini datang ke Jogja? Gila! Buru-buru aku melilitkan kain handuk kecilku sambil memburu ke arah pintu untuk membukakannya. “Yetty?” ucapku sambil menggeser posisiku berdiri untuk memberi jalan masuk buat adik sepupuku yang terkenal tomboy ini.

Yetty terus saja masuk ke dalam sambil melempar tas ranselnya dan lari ke kamar mandi yang memang tersedia di setiap kamar kost ini. Sejenak aku melongok keluar, sepi, hanya gelap di halaman samping yang menawarkan kesunyian. Pintu kembali kututup dan kukunci. Aku hanya menghela nafasku dalam-dalam sambil memperhatikan tas ransel Yetty.

Tak berapa lama Yetty keluar dengan wajah basah dan kusut. Rambutnya yang lebat sebahu acak-acakan. Aku agak terkejut saat menyadari bahwa kini Yetty hanya memakai kaos oblong khas Jogja. Rupanya ia telah melepas celana jeans biru ketatnya di kamar mandi.

Kulit pahanya yang kuning langsat dan ketat itu terlihat jelas. “Ada masalah apa lagi, hmm? Dapat nilai jelek lagi di sekolahan lalu dimarahi Bapak Ibumu?” tanyaku sambil mendekat dan mengelus rambutnya, Yetty hanya terdiam saja. Anak SMU kelas dua ini memang bandel. Mungkin sifat tomboynya yang membuat dirinya begitu.

Tak mudah diatur dan maunya sendiri saja. Jadinya, aku ini yang sering kewalahan jika ia datang mendadak minta perlindunganku. Aku memang punya pengaruh di lingkungan keluarganya.

Yetty hanya berdiri termangu di depan cermin olah ragaku. Walau wajahnya merunduk, aku dapat melihat bahwa dia sedang memandangi tubuhku yang setengah telanjang ini.

“Lama ya Mas, Yetty nggak ke sini.”

“Hampir lima tahun,” jawabku lebih mendekat lagi lalu kusadari bahwa lengan dan tangannya luka lecet kecil.

“Berantem lagi, ya? Gila!” seruku kaget menyadari memar-memar di leher, wajah, kaki, dan entah dimana lagi.

“Yetty kalah, Mas. Dikeroyok sepuluh cowok jalanan. Sakit semua, ouih. Mas, jangan bilang sama Bapak Ibu ya, kalau Yetty kesini. Aduh..!” teriak tertahan Yetty mengaduh pada dadanya.

“Apa yang kamu rasakan Ir? Dimana sakitnya, dimana?” tanyaku menahan tubuhnya yang mau roboh.

Tapi dengan kuat Yetty dapat berdiri kembali secara gontai sambil memegangi lenganku.

“Seluruh tubuhku rasanya sakit dan pegal semua, Mas, ouh!”

“Biar Mas lihat, ya? Nggak apa-apa khan? Nggak malu, to?” desakku yang terus terang aku sudah mulai tergoda dengan postur tubuh Yetty yang bongsor ketat. Yetty hanya mengangguk kalem.

“Ah, Mas Andi. Yetty malah pengin seperti dulu lagi, kita mandi bareng.. Yetty kangen sama pijitan Mas Andi!” ujar Yetty tersenyum malu.

Edan! Aku kian merasakan batang kemaluanku mengeras ketat. Dan itu jelas sekali terlihat pada bentuk handuk kecil yang menutupinya, ada semacam benda keras yang hendak menyodok keluar. Dan Yetty dapat pula melihatnya! Perlahan kulepas kaos oblong Yetty.

Sebentar dirinya seperti malu-malu, tapi kemudian membiarkan tanganku kemudian melepas BH ukuran 36B serta CD krem berenda ketatnya. Aku terkejut dan sekaligus terangsang hebat. Di tubuh mulusnya yang indah itu, banyak memar menghiasinya. Aku berjalan memutari tubuh telanjangnya.

Dengan gemetaran, jemariku menggerayangi wajahnya, bibirnya, lalu leher dan terus ke bawahnya. Cukup lama aku meraba-raba dan mengelus serta meremas lembut buah dadanya yang ranum ini. “Mas Andi.. enak sekali Mas, teruskan yaa.. ouh, ouh..!” pinta mulut Yetty sambil merem-melek. Mulutku kini maju ke dada Yetty. Perlahan kuhisap dan kukulum nikmat puting susunya yang coklat kehitaman itu secara bergantian kiri dan kanannya.

Sementara kedua jemari tanganku tetap meremas-remas kalem dan meningkat keras. Mulut Yetty makin merintih-rintih memintaku untuk berbuat lebih nekat dan berani. Yetty menantangku, sedotan pada puting susunya makin kukeraskan sambil kuselingi dengan memilin-milin puting-puting susu tersebut secara gemas.

“Auuh, aduh Mas Andi, lebih keras.. lebih kencang, ouh!” menggelinjang tubuh Yetty sambil berpegangan pada kedua pundakku. Puting Yetty memang kenyal dan mengasyikan. Kurasakan bahwa kedua puting susu Yetty telah mengeras total. Aku merendahkan tubuhku ke bawah, mulutku menyusuri kulit tubuh bugil Yetty, menyapu perutnya dan terus ke bawah lagi.

Rambut kemaluan Yetty rupanya dicukur habis, sehingga yang tampak kini adalah gundukan daging lembut yang terbelah celah sempitnya yang rapat. Karuan lagi saja, mulutku langsung menerkam bibir kemaluan Yetty dengan penuh nafsu. Aku terus mendesakkan mulutku ke dalam liang kemaluannya yang sempit sambil menjulurkan lidahku untuk menjilati klitorisnya di dalam sana. Yetty benar-benar sangat menggairahkan.

Dalam masalah seks, aku memang memliki jadwal rutin dengan pacarku yang dokter gigi itu. Dan kalau dibandingkan, Yetty lebih unggul dari Sinta, pacarku. Mulutku tidak hanya melumat-lumat bibir kemaluan Yetty, tapi juga menyedot-nyedotnya dengan ganas, menggigit kecil serta menjilat-jilat.

Tanpa kusadari kain handukku terlepas sendiri. Aku sudah merasakan batang kemaluanku yang minta untuk menerjang liang kemaluan lawan. Karuan lagi, aku cepat berdiri dan meminta Yetty untuk jongkok di depanku.

Gadis itu menurut saja. “Buka mulutmu, Dik. Buka!” pintaku sambil membimbing batang kemaluanku ke dalam mulut Yetty. Gadis itu semula menolak keras, tapi aku terus memaksanya bahwa ini tidak berbahaya. Akhirnya Yetty menurut saja. Yetty mulai menyedot-nyedot keras batang kemaluanku sembari meremas-remas buah zakarku.

Ahk, sungguh indah dan menggairahkan. Perbuatan Yetty ini rupanya lebih binal dari Sinta. Jemari Yetty kadangkala menyelingi dengan mengocok-ngocok batang kemaluanku, lalu menelannya dan melumat-lumat dengan girang.

“Teruskan Dik, teruskan, yeeahh, ouh.. ouh.. auh!” teriakku kegelian. Keringat kembali berceceran deras. Aku turut serta menusuk-nusukan batang kemaluanku ke dalam mulut Yetty, sehingga gadis cantik ini jadi tersendak-sendak. Tapi justru aku kian senang. Kini aku tak dapat menahan desakan titik puncak orgasmeku. Dengan cepat aku muntahkan spermaku di dalam mulut Yetty yang masih mengulum ujung batang kemlauanku.

“Croot.. creet.. crret..!”

“Ditelan Dik, ayo ditelan habis, dan bersihkan lepotannya!” pintaku yang dituruti saja oleh Yetty yang semula hendak memuntahkannya. Aku sedikit dapat bernafas lega. Yetty telah menjilati dan membersihkan lepotan air maniku di sekujur ujung zakar.

“Maass, ouh, rasanya aneh..!” ujar Yetty sambil kuminta berdiri. Sesaat lamanya kami saling pandang. Kami kemudian hanya saling berpelukan dengan hangat dan mesra. Kurasakan desakan buah dadanya yang kencang itu menggelitik birahiku kembali.

“Ayo Dik, menungging di depan cermin itu!” pintaku sambil mengarahkan tubuh Yetty untuk menungging. Yetty manut. Dengan cepat aku terus membenamkan batang kemaluanku ke liang kemaluan Yetty lewat belakang dan melakukan gerakan maju mundur dengan kencang sekali.

“Aduuh, auuh.. ouh.. ouh.. aah.. ouh, sakit, sakit Mas!” teriak-teriak mulut Yetty merem-melek. Tapi aku tak peduli, adik sepupuku itu terus saja kuperkosa dengan hebat. Sambil berpegangan pada kedua pinggulnya, aku menari-narikan batang kemaluanku pada liang kemaluan Yetty.

“Sakiit.. ouhh..!”

“Blesep.. slep.. sleep..” suara tusukan persetubuhan itu begitu indah.

Yetty terus saja menggelinjang hebat.

Aku segera mencabut batang kemaluanku, membalikkan posisi tubuh Yetty yang kini telentang dengan kedua kakinya kuminta untuk melipat sejajar badannya. sementara kedua tangannya memegangi lipatan kedua kakinya. Kini aku bekerja lagi untuk menyetubuhi Yetty.

“Ouuh.. aahhk.. ouh.. ouh..!”

Dengan menopang tubuhku berpegangan pada buah dadanya, aku terus kian ganas tanpa ampun lagi menikam-nikam kemaluan Yetty dengan batang kemaluanku.

“Crroot.. cret.. creet..!”

Menyemprot air mani zakarku di dalam liang kemaluan Yetty. “Maas.. ouuh.. aduh.. aahk!” teriak Yetty yang langsung agak lunglai lemas, sementara aku berbaring menindih tubuh bugilnya dengan batang kemaluanku yang masih tetap menancap di dalam kemaluanya.

“Dik Yetty, bagaimana kalau adik pindah sekolah di Jogja saja. Kita kontrak satu rumah.. hmm?” tanyaku sambil menciumi mulut tebal sensual Yetty yang juga membalasku. “Yetty sudi-sudi saja, Mas. Ouh..”
Read More